Keinginan pelatih jawara Liga Champions Manchester United Sir Alex Ferguson untuk meraih Piala Super Eropa kembali kandas setelah timnya dikalahkan juara Piala UEFA Zenit St Petersburg 2-1 di Stadion Louis II, Monaco, Jumat (29/8).
Ferguson memang berambisi menembus kegagalannya menjuarai Piala Super Eropa tahun 1999 dimana ketika itu Red Devils kalah dari Lazio. Sayangnya keinginan Ferguson tersebut tidak terwujud. Bintang kemenangan pasukan Dick Advocaat ini tidak lain adalah gelandang debutan Danny yang mencetak satu gol dan menjadi motor serangan Zenit.
Zenit langsung mengambil inisiatif penyerangan sejak pertandingan dimulai dengan dimotori Danny dan Konstantin ZyrianovLaga berjalan 23 menit, Zenit mendapat peluang untuk membuka keunggulan. Sebuah tendangan bebas yang dilayangkan oleh Alejandro Dominguez cuma melebar tipis di sisi kanan gawang Edwin van der Sar.
Penyerang andalan Zenit, Pavel Pogrebnyak, juga tercatat beberapa kali merepotkan barisan belakang MU yang digalang duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Meski lebih banyak tertekan, MU juga bukannya tanpa peluang. Di menit ke-34, serangan balik cepat yang dilakukan Carlos Tevez hampir saja menjebol gawang Zenit bila tendangan Wayne Rooney tidak ditepis kiper Vyacheslav Malafeev.
Tiga menit berselang, Zenit kembali mendapat peluang yang lagi-lagi berawal dari tendangan bebas Dominguez. Sayangnya sontekan palang pintu Ivica Krizanac masih dapat dipatahkan Van der Sar. Sesaat sebelum turun minum, Zenit sukses membuka keunggulannya melalui tandukan Pogrebnyak yang memanfaatkan kesalahan Van der Sar.
Tertinggal satu gol membuat MU menaikkan tempo permainan di babak kedua dengan dimotori Tevez dan Anderson, namun mereka kesulitan menembus pertahanan kokoh Zenit. Keasyikan menyerang membuat lini belakang MU lengah. Melalui sebuah serangan balik cepat di menit ke-58 Danny berhasil merobek jala Van der Sar setelah sebelumnya melakukan aksi individu sekaligus mencatatkan gol pertamanya untuk Zenit.
Skor 2-0 ini membuat Ferguson memasukkan Park Ji-Sung dan John O'Shea guna menambah daya dobrak timnya. Masuknya kedua pemain ini terbukti efektif karena membuat Red Devils lebih mendominasi pertandingan.
Pertandingan berjalan satu jam, MU mendapat dua peluang emas melalui tendangan jarak jauh O'Shea dan bola rebound yang disambar Park, sayangnya Malafeev mampu menepisnya dengan baik. MU akhirnya dapat memperkecil kedudukan di menit ke-71. Berawal dari sebuah kemelut di depan gawang Zenit, Tevez memberikan umpan tarik kepada Vidic yang langsung menyambarnya di mulut gawang Malafeev.
Sayangnya, di tengah usaha MU mencari gol penyeimbang malapetaka menghampiri mereka di menit 89 ketika Scholes mencoba mencetak gol dengan tangannya sehingga berbuah kartu kuning kedua.(Tho) (http://www.biangbola.com/)


























2 komentar:
Sangat disayangkan, mudah-mudahan menjadi "Hair Dryer" untuk lebih baik lagi buat Setan Merah.
sesetes ilmu membuat kita pandai.,.
setitik kasih membuat kita yayangg.,.
seucap janji membuat kita percaya,.,
sekecil luka membuat kita kecewa
tp persahabatan selamanya akan selalu bermakna,.,
met puasa juga kk....
Poskan Komentar
Apabila komentar tidak dapat dimunculkan, cobalah sekali lagi.. & Bijaksanalah dalam meninggalkan pesan... ^_^