"I'll never look back, i've got no regrets 'cause time doesn't wait for me, i choose to go my own way"
Menampilkan 13 dari 23 entri terbaru dari Juni 2008. Tampilkan entri lawas
Menampilkan 13 dari 23 entri terbaru dari Juni 2008. Tampilkan entri lawas

Senin, Juni 30, 2008

Spanyol Juara Piala Eropa Tahun 2008

Usai miskin gelar dalam kurun waktu 44 tahun, tim nasional Spanyol berhasil menjuarai EURO 2008, berkat gol tunggal ujung tombak andalannya Fernando Torres, guna menumbangkan lawannya Jerman di babak final EURO 2008 di Stadion Ernst Happel.

Dengan demikian Spanyol berhasil menjadi kampiun di benua biru tersebut dan kesuksesan ini merupakan karir tertinggi mereka selama ini, setelah terakhir kali mereka menjuarai turnamen ini pada tahun 1964.

Pada menit ketiga gawang Spanyol nyaris kebobolan, bila saja Miroslav Klose tampil tenang saat memanfaatkan kesalahan passing dari Sergio Ramos. Memasuki menit 14 ganti Spanyol yang mengancam gawang Jerman, beruntung sontekan Iniesta yang mengenai kaki Christophe Metzelder nyaris membuahkan hasil, setelah Jens Lehmann menepis bola keluar arena pertandingan.

Satu Gol dari Fernando Torres cukup membawa Spanyol menjadi juara


Penyerang andalan Liverpool, Fernando Torres, memiliki kans untuk menjebol gawang Jerman, namun sayang tandukannya hasil umpan silang Sergio Ramos hanya mengenai mistar gawang dan beruntung bagi Jerman bola muntah tidak disambar oleh pemain Spanyol lainnya. Menit 33 Spanyol membuka keunggulannya terlebih dulu melalui sontekan manis Fernando Torres, yang memanfaatkan umpan gelandang Xavi Hernandez.


Memasuki paruh kedua, Spanyol sudah memiliki dua kali peluang melalui tendangan jarak jauh Xavi, dan David Silva, namun sayang keseluruhannya masih berada tipis di sisi kiri gawang.

Spanyol nyaris kebobolan, saat bek Barcelona Carles Puyol melakukan kesalahan di lini belakang, dan beruntung tendangan Michael Ballack masih melebar dari arah gawang.


Dua kali Spanyol mendapatkan peluang lagi untuk menambah gol melalui tandukan Ramos dan tendangan Iniesta, namun kesigapan Lehmann dan ketatnya lini belakang Jerman membuat tim asuhan Luis Aragones itu harus menunda ambisi tersebut.


10 menit menjelang bubaran, Spanyol menyia-nyiakan peluang di mulut gawang, saat umpan Santi Cazorla dari sisi kanan langsung ditanduk oleh Guiza, namun sayang Marco Senna tidak dapat meneruskan bola ke dalam gawang, meski Lehmann sudah mati langkah.


Hingga pertandingan usai skor tetap tidak berubah dan Jerman, yang diasuh oleh Joachim Loew harus rela melihat anak-anak asuhannya terkulai lemas di atas lapangan.
http://www.biangbola.com/
foto by : http://www.pialaeropa.com/


Berikut daftar juara EURO:
1960 Uni Sovyet
1964 Spain
1968 Italia
1972 Jerman Barat
1976 Cekoslovakia
1980 Jerman Barat
1984 Prancis
1988 Belanda
1992 Denmark
1996 Jerman
2000 Prancis
2004 Yunani
2008 Spanyol




GALERI FINAL PIALA EROPA 2008


Para punggawa jerman meratapi kekalahan di final Euro 2008

Gelandang Jerman, Torsten Frings dan Bastian Schweinsteiger diantara selebrasi pemain Spanyol

Dua striker Spanyol David Villa dan Fernando Torres mengangkat trofi

David Villa mencium Trofy


Para fotograper mengabadikan momen kemenangan Spanyol di Stadion Ernst Happel

Para pemain Spanyol berpose setelah memastikan diri menjadi juara

Read More......

Jumat, Juni 27, 2008

Spanyol Tantang Jerman di Final

Spanyol akan menantang Jerman di babak final EURO 2008 setelah di laga empat besar sukses menaklukkan Rusia 3-0 berkat gol Xavi, Guiza dan Silva. Kemenangan ini sekaligus menambah pundi gol Spanyol ke gawang Rusia menjadi tujuh gol setelah di laga grup D La Furia Roja menghancurkan Rusia 4-1.

Selebrasi punggawa Spanyol usai memastikan lolos ke final Euro 2008

Sedangkan bagi Rusia, kekalahan ini membuat mereka gagal membalaskan dendam atas kekalahan mereka di babak grup sekaligus menjadi antiklimaks atas penampilan mereka di EURO 2008. Tampil di Ernst Happel, Spanyol mengenakan kostum berwarna kuning keemasan yang notabene merupakan warna kesialan bagi mereka.

Duet David Villa dan Fernando Torres mengisi lini depan Spanyol, sedangkan Rusia memainkan Andrei Arshavin dan Roman Pavlyuchenko di depan. Spanyol melaju ke semifinal usai menyingkirkan juara dunia Italia melalui babak penalti di delapan besar, sedangkan Rusia menghancurkan favorit juara Belanda dengan skor 3-1 di perempat final.

Aksi David Villa saat menendang tendangan bebas


Peluang pertama didapat oleh Spanyol saat kepala Sergio Ramos hanya berjarak beberapa inci dari bola hasil umpan silang Xavi Hernandez. Pasukan Luis Aragones tersebut semakin mengancam gawang Rusia ketika tendangan Torres dari jarak dekat masih dapat digagalkan oleh kiper Igor Akinfeev.
Rusia mencoba membalas serangan dan mendapatkan peluang awal mereka ketika tendangan bebas Pavlyuchenko melambung diatas mistar gawang Spanyol. Setelah babak pertama berakhir imbang tanpa gol, barulah pertandingan semakin menarik di 45 menit kedua terutama dari Spanyol yang mengubah total strategi mereka menyusul masuknya Cesc Fabregas menggantikan Villa yang mengalami cedera ketika mengambil tendangan bebas.



Gelandang Spanyol Xavi memeluk Sergio Ramos. Xavi mencetak gol pertama untuk Spanyol

Hasilnya sangat menjanjikan dan bahkan membuat Spanyol unggul terlebih dahulu ketika di menit ke-50 Xavi sukses menjebol gawang Rusia usai menyambar bola silang hasil umpan Andres Iniesta. Kerjasama Xavi dan Iniesta ini bukanlah hal baru bagi Spanyol karena keduanya merupakan pemain Barcelona.

Gol Xavi melecut semangat para pemain Spanyol untuk menambah pundi gol mereka ke gawang Rusia. Hasilnya terjadi 23 menit kemudian ketika kerjasama apik Ramos, Fabregas dan Daniel Guiza membuahkan gol kedua bagi Tim Matador.

Daniel Guiza mencetak gol setelah baru bermain selama 4 menit

Ramos menusuk dari sektor kanan dan memberikan umpan yang langsung diteruskan oleh Fabregas kepada Guiza, yang lolos dari perangkap offside sebelum akhirnya menyelesaikannya dengan baik. Tertinggal dua gol tidak membuat Rusia menaikkan tempo serangan dan bahkan permainan pasukan Guus Hiddink tersebut menurun cukup tajam dimana banyak sekali melakukan salah umpan.



Para punggawa "Tim Beruang Merah" berjalan menuju luar lapangan usai ditaklukkan Spanyol

Spanyol akhirnya menuntaskan perlawanan Rusia setelah di menit ke-82 Silva mencetak gol ketiga timnya usai menyelesaikan umpan silang dari Fabregas. Rusia sendiri sebenarnya bisa mendapatkan gol hiburan ketika Dmitri Sychev melepaskan sundulan yang sayangnya masih dapat digagalkan oleh Iker Casillas. http://www.biangbola.com/ foto by : http://www.pialaeropa.com/

Read More......

Kamis, Juni 26, 2008

Jerman Tinggal Selangkah Untuk Jadi Juara

Jerman untuk kelima kalinya berhasil melaju ke final EURO setelah di laga empat besar sukses menaklukkan kuda hitam Turki melalui gol penentu dari Philipp Lahm.
Dengan kemenangan ini, Jerman tinggal menunggu pemenang partai semifinal lainnya antara Rusia dengan Spanyol. Sedangkan Turki dapat pulang dengan kepala tegak karena sepanjang turnamen berhasil menyingkirkan lawan-lawan berat semisal Republik Ceko dan Kroasia.
Tampil di St Jakob Park di Basel, Swiss, kedua tim sama-sama memainkan satu penyerang dalam skuad utama mereka. Miroslav Klose menjadi ujung tombak Jerman, sedangkan Semih Senturk menjadi penyerang tunggal bagi Turki.

Keuntungan lebih banyak dimiliki oleh Jerman karena seluruh pemain mereka berada dalam kondisi fit termasuk gelandang Torsten Frings yang sebelumnya diragukan tampil karena cedera. Sementara Turki kehilangan sejumlah pemain andalan mereka. Emre Belozoglu, Nihat Kahveci, Servet Cetin mengalami cedera. Emre Asik, Tuncay Sanli, Arda Turan dan kiper Volkan Demirel terkena hukuman.
Dari 17 kali pertemuan kedua tim, Jerman berhasil meraih 11 kemenangan sedangkan Turki meraih 3 kali kemenangan dan kedua tim bermain imbang sebanyak 3 kali. Turki terakhir kali mengalahkan Jerman di tahun 2005 dengan skor 2-1.

Jerman sendiri terakhir kali mengalahkan Turki di tahun 1992 dimana ketika itu gol semata wayang kemenangan Jerman dilesakkan oleh Rudi Voeller. Turki mendapatkan peluang pertama ketika Hamit Altintop memanfaatkan kesalahan Philipp Lahm dan melepaskan tembakan yang memaksa kiper Jens Lehman untuk melakukan penyelamatan.

Pasukan Fatih Terim tersebut bahkan nyaris membuka keunggulan ketika tendangan keras Kazim Richards yang mendapatkan umpan dari Ayhan Akman membentur mistar gawang.

Jens Lehmann tidak bisa menangkap bola hasil sepakan Ugur Boral dan membawa Turki Unggul 0-1

Dan akhirnya Turki mampu unggul lebih dulu ketika di menit ke-22 Ugur Boral sukses menyambar bola muntah hasil tendangan keras Kazim yang ditepis Lehmann. Ini adalah kali pertama Turki unggul lebih dulu karena sepanjang EURO 2008 mereka selalu kebobola lebih dahulu.


Namun keunggulan Turki tidak bertahan lama setelah empat menit kemudian Jerman berhasil menyamakan kedudukan setelah Bastian Schweinsteiger menyelesaikan umpan silang Lukas Podolski dan mengecoh pergerakan kiper Rustu Recber.


Setelah itu, kedua tim silih berganti melancarkan serangan dan beberapa kali hampir membuahkan gol. Jerman bahkan seharusnya mendapatkan hadiah penalti ketika Lahm dilanggar oleh Sabri Sarioglu di kotak terlarang namun wasit Massimo Busacca tidak menganggap hal tersebut sebagai suatu pelanggaran.

Sundulan Miroslav Klose membawa Jerman Unggul 2-1


Di sisa 11 menit pertandingan, partai ini berjalan lebih seru dimana banyak sekali terjadi gol-gol mengejutkan bagi kedua tim. Jerman mampu membalikkan keadaan di menit ke-79 melalui sundulan Klose usai menanduk umpan silang Lahm sekaligus menaklukkan Rustu.

Gol Semih Senturk berhasil menyamakan kedudukan atas Jerman 2-2


Akan tetapi, Turki kembali membuat pertandingan berimbang setelah di menit ke-86 Sabri berhasil menusuk dari sektor kanan dan melepaskan umpan silang mendatar yang mampu diselesaikan oleh Semih dengan baik. Jerman membuktikan diri sebagai tim bermentalkan juara setelah sesaat sebelum bubaran kembali unggul melalui gol Lahm.

Gol dari Philipp Lahm berhasil membawa jerman unggul 3-2 dan berhak atas satu tempat di babak Final

Bek Bayern Muenchen tersebut melakukan overlaping dan melakukan aksi satu-dua dengan Thomas Hitzlsperger sebelum akhirnya diselesaikan melalui tendangan kaki kanan.

Read More......

Rabu, Juni 25, 2008

The Best Winger from Portugal

CR7, itulah julukan yang diberikan kepada Cristiano Ronaldo. Winger Setan Merah asal Portugal ini adalah salah satu pemain sayap terbaik di dunia saat ini. Berbekal kemampuan mendrible bola dan kecepatan yang dimilikinya, CR7 adalah pemain yang berbahaya di daerah pertahanan lawan-lawannya.



Bergabung sejak Agustus tahun 2003 dengan nilai transfer 12 juta Poundsterling, CR7 selalu menjadi pilihan pertama Sir Alex untuk setiap pertandingan. Torehan gelar terbaik baginya adalah saat menjuarai Liga Champions musim 2007-2008. CR7 juga berhasil membawa MU menjadi juara Liga Inggris.



Diperhelatan Piala Eropa 2008 di Swiss dan Austria tahun ini, kiprah CR7 bersama Portugal sangat bagus hingga harus terhenti dibabak perempatfinal setelah dikalahkan Jerman 3-2.


Banyak rumor beredar kalau CR7 akan hijrah dari Manchester ke Real Madrid musim depan, tapi itu nampaknya masih perlu dipikirkan oleh CR7 lebih jauh tanpa memikirkan nilai uang transfer yang ditawarkan oleh Los Galacticos yang sangat fantastis, nilai transfer yang akan memecahkan rekor transfer pemain termahal selama ini yaitu 80 juta Poundsterling atau hamper 2 Triliun rupiah..!! Fantastis..


Apabila kita bijak dengan nilai transfer tersebut dengan apa yang akan terjadi di Real Madrid, bolehlah kita tidak menerimanya. Contoh nyata sang mega bintang David Beckham, hijrah dari Manchester sebagai gelandang terbaik yang pernah dimiliki Setan Merah, pemain yang mempunyai keahlian menendang bola-bola mati ini tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di El Real, seringnya dibangkucadangkan oleh pelatih Fabio Capello membuatnya tidak betah berada di El Real. Hingga akhirnya memutuskan pindah ke Liga Amerika memperkuat LA Galaxy.


Nampaknya ini menjadi bukti kalau seorang pemain berbakat apabila hijrah ke tim dengan kapasitas pemainnya yang diatas rata-rata, maka akan seperti pemain biasa hingga sang pelatih bingung apakah benar dia adalah pemain yang bisa diandalkan.


Semoga niat kepergian CR7 dari Manchester United hanya sekedar niat bukan menjadi keharusan walaupun setiap pemain bola didunia berharap bisa bermain bersama Los Galacticos.




Read More......

Senin, Juni 23, 2008

Spanyol Singkirkan Italia di Perempatfinal


Spanyol akhirnya mematahkan rekor buruk mereka dengan menembus babak semifinal usai menyingkirkan Italia melalui babak penalti di laga delapan besar EURO 2008.

Dengan kemenangan ini Spanyol akan menantang Rusia, yang lebih dulu lolos usai menaklukkan Belanda dengan skor 3-1. Spanyol meraih kemenangan 4-2 setelah sepanjang pertandingan skor berimbang tanpa gol.

Ini juga merupakan kemenangan pertama bagi Spanyol atas Italia di turnamen besar sejak terakhir di Olimpiade 2000 sekaligus mematahkan rekor buruk mereka yang tidak pernah melaju dari putaran pertama babak knockout.

Disaksikan oleh legenda Prancis Zinedine Zidane, pelatih Arsenal Arsene Wenger dan bahkan pelatih Turki Fatih Terim, kedua tim berhasrat untuk lolos ke babak berikutnya dimana pemenang partai ini telah ditunggu oleh Rusia.

Italia tidak diperkuat oleh Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso menyusul kedua pemain AC Milan tersebut harus menjalani hukuman akibat akumulasi kartu. Sedangkan Spanyol menampilkan skuad terbaik mereka dimana duet penyerang David Villa dan Fernando Torres mengisi lini depan tim Matador.

Peluang pertama diraih oleh Italia di menit ke-19 ketika Simone Perrotta menanduk umpan silang Antonio Cassano namun sayang bola mengarah tepat ke pelukan Iker Casillas.Spanyol membalas serangan dan bisa saja membuka keunggulan ketika tendangan bebas Villa dapat menembus tembok pertahanan namun masih dapat digagalkan Gianluigi Buffon.

Setelah itu Spanyol mendominasi jalannya pertandingan khususnya pertarungan di lini tengah dimana beberapa kali Marcos Senna dan David Silva beberapa kali menyulitkan lini belakang Italia melalui permainan apik keduanya.

Silva nyaris membuka skor jika saja tendangan spekulasinya tidak menyamping tipis di sisi kiri gawang Italia. Toni mendapatkan peluang pertamanya ketika penyerang Bayern Muenchen tersebut menanduk umpan Cassano namun diblok oleh Carlos Marchena.

Spanyol seharusnya mendapatkan hadiah penalti ketika Silva dijatuhkan oleh Fabio Grosso namun wasit tidak menganggap itu sebagai sebuah pelanggaran. Mauro Camoranesi, yang masuk di babak kedua, nyaris saja mencetak gol saat dirinya menyambar bola liar hasil kemelut di depan gawang Spanyol namun tembakannya masih dapat ditepis oleh Casillas.

Buffon hampir membuat blunder ketika dirinya mencoba menepis tendangan Senna namun bola masih lolos dari pelukan meski beruntung hanya membentur mistar dan kembali ke pelukannya. Di sisa pertandingan, Italia bermain negatif dengan terus bertahan sedangkan Spanyol tidak henti-hentinya melancarkan serangan guna mencetak gol yang diinginkan.

Aksi Iker Casillas saat mematahkan tendangan penalti Daniele De Rossi


Hingga 2x15 menit babak perpanjangan waktu, kedua tim tidak dapat menciptakan sebuah gol sehingga babak penalti terpaksa dimainkan oleh wasit asal Jerman Herbert Fandel. Di babak penalti, Casillas membuktikan diri lebih unggul ketimbang Buffon setelah dua penendang Italia, Daniele De Rossi dan Antonio Di Natale, berhasil digagalkan oleh kiper Real Madrid tersebut.

Sedangkan Buffon hanya mampu menepis satu tendangan dari Daniel Guiza. Dan Cesc Fabregas menjadi eksekutor penentu lolosnya Spanyol ke semifinal setelah tendangannya gagal dihalau Buffon. http://www.biangbola.com/

Read More......

Sabtu, Juni 21, 2008

GALLERY SPEEDY COMPETITION 2008

Ini kru dari Telkom Speedy dan Jajaran Direksinya.... Semangat terus....

Event Squad Speedy Competition 2008... Tetap ceria walau udah seharian banting tulang...
Pengawas Olimpiade Sains, kalo dilihat sekilas microphonenya mirip punya Agnes Monica.. wahahaha.....

Di meja registrasi lagi sibuk ngurus perlombaan.. btw, yang baju kotak2 boleh juga neh.. ^_^

Peserta Olimpiade Sains lagi serius ngerjain soal2... Semangat !!

Para peserta lomba desain web dan blog lagi adu otak.. yg dibelakang cuman bisa liat tanpa tau gimana ngerjainnya.. hihihih....

Peserta Games Competition lagi asyik ama gamesnya... mas2, kakinya jangan diangkat donk...

Wuih.. ada breakersnya.. tangannya terbuat dari apa yach...?

Nach.. ini yang ditunggu2 penonton.. dancer booo.... ck..ck...ck... :P~~

Sorry fotonya ga banyak, takut dibilangin ngejiplak punya orang.. hehehe,,, kalo mau liat photo yang lain klik aja http://www.flickr.com/photos/24918817@N08/tags/speedycompetition/


Read More......

Turki Tantang Jerman di Semifinal


Turki secara dramatis berhasil melaju ke babak semifinal EURO 2008 setelah di perempatfinal menang 3-1 atas Kroasia melalui drama adu penalti di Stadion Ernst Happel, Jumat (2/6).
Pertandingan terpaksa dilanjutkan hingga adu penalti karena hingga 120 menit kedua tim cuma bermain imbang 1-1, yang mana kedua gol tersebut tercipta di babak perpanjangan waktu.

Kroasia sebenarnya nyaris memenangkan laga ini karena mereka mampu unggul pada menit ke-119, namun di penghujung perpanjangan waktu Turki mampu menyamakannya. Di babak semifinal Turki sudah ditunggu oleh Jerman yang sehari sebelumnya menang atas Portugal.

Baik Turki maupun Kroasia silih berganti melancarkan serangan sejak wasit Roberto Rosetti membunyikan peluit tanda pertandingan dimulai. Turki mendapat peluang pertama di laga ini pada saat pertandingan baru berjalan tiga menit, sayang tendangan Hamit Altintop masih melebar.

Beberapa menit kemudian, Hamit kembali melakukan percobaan tendangan jarak jauh, namun kali ini diblok oleh palang pintu Robert Kovac. Pada menit ke-18, Kroasia hampir saja membuka keunggulannya ketika umpan silang Luca Modric disambar oleh Ivica Olic, sayangnya membentur tiang gawang.

Sedangkan bola rebound Niko Kranjcar melambung.Selang beberapa saat kemudian giliran gelandang belia Ivan Rakitic yang mengancam gawang Turki yang dalam laga ini dikawal oleh Rustu Recber karena absennya Volkan Demirel yang terkena kartu merah di laga sebelumnya.

Tujuh menit sebelum turun minum, Turki mendapat peluang emas lewat tendangan jarak jauh Mehmet Topal yang melebar hanya beberapa sentimeter dari gawang Stipe Pletikosa. Di babak kedua, Kroasia meningkatkan tempo permainan dan mengurung pertahanan Turki yang digalang oleh palang pintu Emre Asik.

Dua peluang berhasil didapat Kroasia di awal babak kedua melalui tandukan Olic yang dapat dihalau di garis gawang dan tendangan Kranjcar yang diamankan oleh Rustu. Kroasia kembali memperoleh peluang di menit ke-70 ketika Rakitic melakukan kerja sama satu-dua dengan Olic, sayang tendangannya masih melambung.

Tujuh menit sebelum paruh kedua berakhir, gelandang sayap Darijo Srna hampir saja membawa Kroasia memecah kebuntuan bila tendangan bebasnya tidak dipatahkan oleh Rustu. Di penghujung babak kedua Kroasia mendapat dua peluang untuk menjebol gawang Turki, namun Rustu tampil baik guna mematahkan tendangan Olic dan Srna sehingga pertandingan dilanjutkan hingga perpanjangan waktu.


Sundulan Ivan Klasnic sempat membawa Kroasi unggul


Pada masa perpanjangan waktu, Turki lebih menguasai jalannya pertandingan dan mereka nyaris unggul di menit ke-94 bila tendangan Tuncay Sanli tidak ditepis oleh Pletikosa. Namun justru Kroasia yang mampu mencetak gol pada menit ke-119 melalui tandukan pemain pengganti Ivan Klasnic yang memanfaatkan umpan Modric. Gol ini sendiri tidak lepas dari kesalahan Rustu.

Sayangnya keunggulan ini tidak bertahan lama karena pada penghujung perpanjangan waktu kedua Turki mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan geledek dari Semih Sentruk, yang juga merupakan pemain pengganti.

Dan pada adu penalti, mental pemain Kroasia sudah jatuh sehingga tiga algojo mereka Modric, Rakitic dan Mladen Petric gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Eksekusi Modric dan Rakitic melebar, sedangkan tendangan Petric ditepis Rustu.

Sementara Srna menjadi satu-satunya algojo yang sukses menjalankan tugasnya.Adapun di kubu Turki, tiga algojo mereka Arda Turan, Semih dan Hamit sukses menjebol gawang Pletikosa.
http://www.biangbola.com/

Read More......

Jumat, Juni 20, 2008

Jerman Tumbangkan Portugal 3 - 2

Para punggawa Portugal dan Jerman saat memasuki lapangan pertandingan

Penampilan gemilang gelandang Bastian Schweinsteiger membawa Jerman melaju ke semifinal EURO 2008 setelah di laga perempatfinal menang 3-2 atas Portugal di Stadion St. Jakob-Park.

Kemenangan Jerman ini cukup luar biasa mengingat mereka tidak didampingi pelatih Joachim Loew yang mendapat hukuman larangan mendampingi timnya setelah terkena kartu merah di laga sebelumnya.
Dalam laga ini Schweinsteiger menjadi bintang lapangan dengan mencetak satu gol dan memberikan dua assist. Baik Portugal maupun Jerman sama-sama memperagakan permainan menyerang di awal laga sehingga pertandingan berjalan menarik.
Portugal mendapat peluang pertama melalui aksi solo-run dari sayap lincah Simao Sabrosa, sayang tendangannya masih tepat dipelukan kiper Jens Lehmann. Selang beberapa menit kemudian Portugal kembali mendapat peluang, sayangnya Joao Moutinho ragu-ragu dalam melakukan penyelesaian sehingga bola melambung.
Gol Bastian Schweinsteiger menjadi awal mimpi buruk Portugal

Jerman justru mampu memanfaatkan peluang emas pertama mereka menjadi gol pada menit ke-22. Berawal dari tusukan Lukas Podolski di sayap kiri, bola kemudian diumpankan kepada Schweinsteiger yang dengan mudah menyonteknya tanpa mampu dibendung kiper Ricardo.
Gol ini membuat Jerman semakin bersemangat dan selang empat menit kemudian mereka mampu menggandakan keunggulannya. Bola tendangan bebas Schweinsteiger dengan sempurna mampu ditanduk oleh Miroslav Klose guna mencatatkan gol pertamanya di EURO 2008.
Pada pertengahan babak pertama, Portugal semakin terpuruk karena Moutinho tidak dapat menuruskan pertandingan akibat mengalami cedera dan digantikan oleh Raul Meireles. Tertinggal dua gol membuat Portugal meningkatkan tempo permainan dan dengan dimotori winger Cristiano Ronaldo, pasukan Luiz Felipe Scolari ini mengurung pertahanan Jerman.
Akhirnya Portugal mampu memperkecil kedudukan saat babak pertama tersisa lima menit melalui sontekan kapten Nuno Gomes yang memanfaatkan bola muntah tendangan Ronaldo yang ditepis oleh Lehmann. Gol ini membuat moral Portugal kembali meninggi dan di penghujung babak pertama Ronaldo hampir menyamakan kedudukan bila tendangan mendatarnya tidak melebar.
Beberapa menit setelah turun minum Portugal memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan akan tetapi tandukan palang pintu Pepe masih melambung. Keasyikan menyerang membuat lini belakang Portugal lengah dan dimanfaatkan Jerman untuk menambah keunggulannya lewat tandukan Ballack yang lagi-lagi berasal dari tendangan bebas Schweinsteiger.
Portugal hampir saja memperkecil kedudukan berselang beberapa menit kemudian bila saja tendangan jarak jauh dari Petit tidak mampu diamankan Lehmann. Tertinggal 1-3 membuat Scolari memasukkan sayap Luis Nani dan penyerang Helder Postiga guna mempertajam serangan timnya.
Masuk menggantikan Nuno Gomes, striker Portugal Helder Postiga menjebol gawang Jerman

Masuknya kedua pemain ini membuat serangan Portugal semakin hidup dan tiga menit sebelum bubaran Postiga mampu memperkecil kedudukan usai menyambut umpan Nani.
Namun waktu yang tersisa tidak mampu dimanfaatkan Portugal untuk menyamakan kedudukan guna memaksakan perpanjangan waktu. http://www.biangbola.com/

Read More......

Kamis, Juni 19, 2008

Spanyol Memetik Hasil Sempurna

Meski sempat tertinggal terlebih dulu, Spanyol akhirnya sukses mengikuti jejak Belanda dan Kroasia yang memetik nilai sempurna pada babak penyisihan grup EURO 2008 setelah menang tipis 2-1 atas juara bertahan Yunani pada laga pamungkas Grup D di Stadion Salzburg.

Tambahan tiga angka ini membuat Spanyol mengemas angka sempurna dari tiga laga yang dilakoninya. Sedangkan Yunani harus menelan pil pahit menjadi juru kunci klasemen Grup D dengan nilai nol.

Untungnya Yunani mampu mencetak gol sebab bila gagal maka pasukan Otto Rehhagel itu akan menorehkan rekor sebagai juara bertahan EURO pertama yang gagal mencetak gol saat berusaha mempertahankan gelarnya.

Dalam laga ini pelatih Spanyol Luis Arogones memutuskan mengistirahatkan sejumlah pemain pilarnya seperti duet penyerang Fernando Torres dan David Villa karena sudah dipastikan lolos ke perempat-final. Yunani sendiri tetap menurunkan skuad terbaiknya meski telah dipastikan takkan lolos ke perempat-final.

Karena hasil pertandingan ini sudah tidak mempengaruhi lagi bagi kedua tim maka baik Spanyol maupun Yunani sama-sama tidak begitu tampil habis-habisan. Yunani mendapat peluang emas pertama mereka di laga ini ketika pertandingan berjalan empat menit melalui tendangan voli dari palang pintu Traianos Dellas yang masih dapat diamankan kiper Jose Reina.
Spanyol mencoba membalas dengan dimotori oleh gelandang Andres Iniesta dan Ruben de la Red, yang menjadi pendukung penyerang Daniel Guiza. Pada menit ke-29, Spanyol hampir saja membuka keunggulan mereka bila saja tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh kapten Xabi Alonso tidak melebar dari gawang Yunani yang dikawal oleh Antonios Nikopolidis.


Sundulan dari Angelos Charisteas membawa Yunani unggul 1-0 atas Spanyol

Beberapa menit kemudian Alonso kembali memperoleh peluang, namun lagi-lagi tendangan jarak jauh pemain yang merumput bersama Liverpool itu belum menemui sasaran. Justru saat babak pertama tersisa tiga menit, Yunani mampu membuka keunggulannya. Bola tendangan bebas yang diangkat oleh Giorgios Karagounis berhasil disambar Angelos Charisteas dengan tandukan terarah dan tak dapat dijangkau Reina.



Selebrasi Ruben De la Red usai membobol gawang Nikopolidis

Delapan menit setelah turun minum, Alonso kembali beraksi dengan tendangan jarak jauhnya, sayangnya kali ini masih membentur tiang gawang Nikopolidis. Saat pertandingan berjalan satu jam, Spanyol mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan geledek dari De la Red yang memanfaatkan bola pantulan dari Guiza. Gol ini sendiri merupakan torehan pertama De la Red bagi Spanyol.


Selang beberapa menit kemudian, Charisteas hampir saja membawa Yunani kembali unggul, sayang tendangannya masih membentur tiang meski ia telah melewati hadangan Reina. Gol De la Red membuat moral pemain Spanyol meningkat dan pasukan Aragones ini menciptakan beberapa peluang emas seperti yang didapat oleh Guiza dan Sergio Garcia.


Ekspresi kegembiraan Daniel Guiza usai membawa Spanyol ke perempatfinal

Akhirnya pada saat laga tersisa dua menit Spanyol, mampu berbalik unggul. Umpan silang yang diberikan oleh Garcia dengan tenang ditanduk oleh Guiza dari jarak dekat guna mencatatkan gol pertamanya bagi Spanyol. http://www.biangbola.com/

Read More......

Bekuk Swedia, Rusia ke Perempatfinal

Rusia sukses meraih tiket terakhir ke babak perempat-final EURO 2008 setelah menang dua gol tanpa balas atas Swedia pada laga pamungkas Grup D di Stadion Tivoli, Rabu (18/6).

Dengan tambahan tiga angka ini maka Rusia mengemas enam angka dan berhak mendampingi Spanyol yang menjadi juara Grup D. Sedangkan Swedia harus puas berada di posisi tiga dengan nilai tiga.

Rusia yang harus memetik kemenangan bila ingin lolos ke perempat-final langsung memperagakan permainan menyerang sejak awal laga dengan dimotor Andrei Arshavin, yang absen di dua laga sebelumnya.

Namun Swedia justru yang mendapat kesempatan pertama melalui penyerang Zlatan Ibrahimovic yang masih dapat diamankan oleh kiper Igor Akinfeev. Rusia membalas dan pasukan Guus Hiddink ini memperoleh beberapa peluang seperti yang didapat oleh Diniyar Bilyaletdinov dan juga Arshavin.

Pada menit ke-21, Rusia meraih peluang paling emas mereka ketika umpan Konstantin Zyrianov disambar oleh sayap lincah Yuri Zhirkov dengan tendangan voli, namun sayangnya masih melebar.

Akhirnya Rusia mampu memecah kebuntuan pada menit ke-24 melalui sontekan dari Roman Pavlyuchenko yang menyambar umpan silang dari Aleksandr Anyukov. Selang tiga menit kemudian, Swedia, yang cuma membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke perempat-final hampir menyamakan kedudukan tetapi tandukan Henrik Larsson cuma membentur mistar.

Rusia hampir menggandakan keunggulan di menit ke-36. Tendangan melengkung Pavlyuchenko membentur mistar dan bola muntah langsung disambar oleh Zyrianov dengan sundulan, sayangnya masih dapat ditepis kiper Andreas Isaksson. Satu menit kemudian, Isaksson kembali dipaksa untuk bekerja keras guna mematahkan tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh Zhirkov.

Rusia langsung tancap gas setelah turun minum dan hanya lima menit setelah babak kedua berjalan mereka mampu menggandakan keunggulan. Berawal dari umpan Zhirkov, Arshavin berhasil menyambar bola sambil menjatuhkan badan guna membawa timnya memimpin 2-0.

Skor 2-0 ini membuat Swedia meningkatkan tempo permainan dengan dimotori Ibrahimovic, akan tetapi asuhan Lars Lagerback ini kesulitan menciptakan peluang emas. Justru Rusia hampir menambah gol lagi di menit ke-80 bila tendangan Zyrianov yang membentur kaki salah seorang pemain Swedia tidak membentur tiang gawang Isaksson.

Selain itu Pavlyuchenko juga memiliki dua peluang emas untuk menambah pundi-pundi golnya namun karena terlalu terburu-buru ia gagal mencetak gol.

Read More......

Rabu, Juni 18, 2008

Belanda Raih Hasil Sempurna

Meski menurunkan sejumlah pemain cadangannya, Belanda berhasil meraih hasil sempurna setelah pada laga pamungkas Grup C EURO 2008 menang dua gol tanpa balas atas Rumania di Stade de Suisse.

Kemenangan Belanda ini juga membuat Rumania harus mengubur impiannya untuk lolos ke perempat-final dan malah membantu Italia melaju ke babak selanjutnya setelah di laga lainnya menang dengan skor serupa atas Prancis.
Dengan kemenangan ini maka Belanda meraih hasil sempurna dari tiga laga di Grup C, unggul lima angka dari Italia yang menjadi runner-up. Sedangkan Rumania harus puas berada di posisi tiga dengan dua angka dan cuma unggul satu dari Prancis yang harus menelan pil pahit sebagai juru kunci klasemen.

Rumania yang membutuhkan kemenangan kesulitan mengembangkan permainannya sehingga Belanda yang sudah memastikan diri menjadi juara grup mampu menguasai jalannya pertandingan. Padahal dalam laga ini pelatih Belanda Marco van Basten mengistirahatkan sembilan pemain pilarnya seperti Wesley Sneijder, Nigel De Jong, Rafael van der Vaart, Dirk Kuyt dan Ruud van Nistelrooy.

Di menit ke-19, penyerang sayap Robin van Persie mendapat peluang namun pemain asal Arsenal itu masih belum mampu menyelesaikannya dengan baik. Rumania sendiri hanya bertumpu pada penyerang Adrian Mutu yang pada saat melawan Italia gagal mengeksekusi penalti.

Pada menit ke-34, Belanda memiliki peluang emas ketika tendangan penyerang Klaas Jan Huntelaar masih melambung meski ia telah berdiri tanpa pengawalan. Beberapa menit berselang Belanda kembali memperoleh peluang melalui Arjen Robben yang bekerja sama dengan Huntelaar, sayangnya tendangan pemain Real Madrid itu masih menyamping di sisi kanan gawang Bogdan Lobont.

Pada awal babak kedua Belanda hampir memecah kebuntuan andai saja tendangan yang dilepaskan Van Persie tidak mampu dihalau Lobont. Akhirnya di menit ke-54, Belanda mampu menjebol gawang Lobont melalui tendangan Huntelaar yang menyambut sontekan lemah dari gelandang jangkar Orlando Engelaar.

Tertinggal satu gol membuat Rumania meningkatkan tempo permainan dan untuk menambah daya dobrak pelatih Victor Piturca memasukkan Florentin Petre guna menggantikan Nicolita. Namun usaha Piturca tidak memberikan banyak perubahan karena Rumania tetap kesulitan menembus pertahanan kokoh Belanda yang dikawal oleh Johnny Heitinga.

Justru tiga menit sebelum bubaran serangan balik cepat Belanda menghasilkan gol kedua lewat tendangan keras Van Persie yang tak dapat dibendung Lobont. http://www.biangbola.com/

Read More......

Italia Dampingi Belanda di Perempatfinal


Selebrasi para punggawa Italia usai dipastikan lolos ke perempatfinal Euro 2008

Italia sukses lolos dari lubang jarum guna mendampingi Belanda sebagai runner-up Grup C EURO 2008 dan melaju ke perempat-final setelah menang dua gol tanpa balas atas Prancis di Stadion Letzigrund, Selasa (17/6).
Gli Azzurri juga harus berterima kasih kepada Belanda yang di laga lainnya sukses mengalahkan Rumania 2-0, sebab bila Adrian Mutu cs yang menang maka mereka akan gagal ke perempat-final.Tambahan tiga angka ini membuat Italia mengemas empat angka dan berhak berada di posisi kedua, tertinggal lima poin dari Belanda yang menjadi juara Grup.

Sedangkan Prancis harus puas menjadi juru kunci Grup C karena cuma mendapat satu poin, sementara Rumania berada di posisi ketiga dengan dua angka.Di babak perempat-final Italia sudah ditunggu Spanyol yang menjadi juara Grup D. Sedangkan Belanda masih akan menunggu pemenang Rusia melawan Swedia yang memperebutkan tiket sebagai runner-up Grup D.

Italia langsung bermain menyerang sejak awal laga dan pertandingan baru berjalan tiga menit mereka mendapat peluang ketika Eric Abidal melakukan kesalahan, sayang tendangan Luca Toni masih melebar.

Lima menit berselang petaka menghampiri Prancis karena mereka kehilangan gelandang lincah Franck Ribery yang mengalami cedera akibat salah jatuh saat berduel dengan Gianluca Zambrotta dan terpaksa digantikan Samir Nasri.
Dua menit kemudian, Italia memperoleh sebuah peluang emas untuk membuka keunggulan bila saja tandukan palang pintu Christian Panucci tidak ditepis oleh kiper Gregory Coupet. Pada menit ke-24, Italia mendapat hadiah penalti ketika Toni yang lepas dari jebakan off-side dilanggar oleh Abidal di kotak terlarang. Selain dihukum penalti, Abidal juga diganjar kartu merah oleh wasit Lubos Michel.
Gelandang Andrea Pirlo yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik setelah tendangannya gagal dijangkau oleh Coupet. Keluarnya Abidal membuat pelatih Raymond Domenech terpaksa menarik keluar Nasri guna memasukkan pemain bertahan Jean Alain Boumsong.

Hal ini membuat Italia leluasa menekan pertahanan Prancis, dan hampir menambah gol bila tendangan jarak jauh Daniele De Rossi tidak melambung. Selain itu Luca Toni juga memiliki beberapa peluang emas, namun karena kurang tenang tidak ada satu pun peluang yang mampu dikonversikan menjadi gol oleh pemain Bayern Muenchen itu.

Satu-satunya peluang emas Prancis hadir di menit ke-33 melalui tusukan kapten Thierry Henry, akan tetapi tendangannya masih melebar. Adapun bek kiri Italia Fabio Grosso juga memperoleh kesempatan emas ketika tendangan bebasnya membentur tiang. Di awal babak kedua, Prancis mencoba mengambil inisiatif penyerangan dan mereka memperoleh peluang untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Karim Benzema yang masih melambung.

Italia akhirnya mampu menggandakan keunggulannya pada saat laga memasuki menit ke-62 melalui tendangan bebas yang dilepaskan De Rossi yang membentur Henry. 12 menit berselang, Prancis mendapat kesempatan untuk memperkecil kedudukan akan tetapi tendangan Benzema dari luar kotak penalti mampu dipatahkan Buffon.
Di penghujung pertandingan, Toni hampir saja memecah kemandulannya di EURO, sayang tendangannya cuma membentur mistar. http://www.biangbola.com/

Read More......

Selasa, Juni 17, 2008

Kroasia Rajai Grup B

Lengkap sudah perjuangan Kroasia, setelah di pertandingan terakhir berhasil meraih kemenangan tipis atas Polandia, berkat gol tunggal striker Ivan Klasnic, di Stadion Klagenfurt, Senin (16/6).


Dengan demikian Kroasia bercokol sebagai juara Grup B dengan nilai sempurna sembilan angka dari tiga pertandingan, sementara Polandia berada di urutan paling buncit dengan torehan satu poin dari tiga penampilannya.

Kroasia mengancam terlebih dulu gawang Polandia di menit 14 melalui Danijel Pranjic, yang sudah menggiring bola sendirian di kotak terlarang, namun sayang sontekannya masih melambung jauh dari arah gawang. Enam menit kemudian giliran Hrvoje Vejic yang menyia-nyiakan peluang dimulut gawang Polandia, setelah umpan silang Ivan Rakitic ke arah gawang gagal ditanduk dengan baik olehnya, sehingga hanya menghasilkan tendangan gawang.

Polandia ganti membalas Kroasia melalui tendangan berjarak 30 meter dari Mariusz Lewandowski, namun masih berada jauh dari mistar gawang. Saat babak kedua berjalan delapan menit, Kroasia membuka keunggulannya melalui sontekan Ivan Klasnic, setelah Danijel Pranjic mengirimkan umpan silang terukur dari sisi kiri.

Memasuki menit 63, Polandia nyaris menyamakan kedudukan bila saja tendangan Guerreiro tidak melebar dari arah gawang, meski sudah tidak mendapatkan pengawalan berarti. Masuknya Ebi Smolarek di paruh kedua membuat serangan Polandia lebih hidup dan di menit-menit akhir Smolarek melakukan pergerakan yang sangat baik guna mengecoh pemain bertahan Kroasia, namun sayang lagi-lagi bola hanya berada tipis di sisi kiri gawang.

Namun hingga memasuki menit-menit akhir upaya dari Polandia untuk menyamakan gol tidak menemukan celah, sehingga Polandia pun harus puas dengan kekalahan tersebut. www.biangbola.com

Read More......
 
Manchester United Community