"I'll never look back, i've got no regrets 'cause time doesn't wait for me, i choose to go my own way"

Kamis, Maret 05, 2009

Carut Marut Dunia Penerbangan Indonesia

Peribahasa “Pelanggan adalah Raja” ternyata tidak berlaku untuk sebuah perusahaan dunia penerbangan ini. Perusahaan yang menjadi Strategic Business Unit dari salah satu Maskapai Penerbangan terbesar di Indonesia ini tampaknya tidak ingat siapa kita yang menjadi pelanggan dan pemasok penghasilan mereka.

Beberapa hari yang lalu, aq memesan tiket untuk berangkat ke Surabaya hari Kamis tanggal 05 Maret 2009. Pembayaran sudah dilakukan, dan tinggal menunggu tiket diantar atau diambil di bandara. Tapi mendadak Rabu siang aq diberitahu bahwa pesawat yang akan aq tumpangi batal berangkat karena ada penjadwalan pemeliharaan. Hasilnya tiket yang aq pesan dibatalkan dan rencananya uang yang sudah aq bayar akan dikembalikan seutuhnya.

Koq bisa begitu?
Kenapa baru sekarang pemberitahuannya?
Apakah si “penjual” tiket tidak mendapat pemberitahuan dari maskapainya bila ada penjadwalan pemerikasaan pesawat untuk tanggal tersebut?
Kenapa bisa seenaknya menjual tiket yang jelas-jelas ga ada penerbangannya?

Aq berusaha menghubungi perusahaan penerbangan ini, tersambung dengan gadis yang menjadi operator saat itu :

Aq : Selamat sore Mba, mau konfirmasi untuk penerbangan hari Kamis besok ada pembatalan yach?

Operator : Iya Mas, ternyata untuk hari besok, ada penjadwalan pemeriksaan pesawat. Jadi untuk penerbangan harus dibatalkan.

Aq : Trus Mba, saya gimana?

Operator :Tenang Mas, uang Mas akan kami kembalikan seutuhnya. Biar bisa pesan tiket untuk penerbangan lainnya.

Aq : Wah, ga bisa begitu Mba, kan Mba disini tugasnya membantu dan melayani pelanggan Mba. Jadi ga bisa seenaknya melepas kami gitu aja.

Operator : Bukan gitu Mas, maksud saya, saya bisa bantu Mas untuk mencarikan jadwal berangkat lainnya atau mencarikan pesawat dari maskapai lain.

Aq : Maaf Mba, ini bukan masalah uangnya. Tapi keberangkatan saya ini bukan untuk kunjungan wisata atau hiburan lainnya. Saya ada tugas penting yang harus saya kerjakan besok. Dan saya udah ada janji dengan klien saya jam segitu. Masa Mba suruh saya pindah jadwal berangkatnya. Pokoknya saya ga mau tau, Mba tolong carikan saya pesawat yang berangkat dengan jadwal yang sudah saya pesankan. !!

Operator : Maaf Mas, saya ga bisa bantu untuk itu. Karena ini sudah prosedur dari perusahaan.

Itulah sedikit percakapan yang bisa aq ingat saat mencoba mengkonfirmasi pembatalan keberangkatanku. Heran dan tanda Tanya memenuhi kepalaku. Bagaimana bisa hal ini terjadi di sebuah perusahaan besar seperti itu. Alasan yang gak masuk akal pun akhirnya terlontar, yaitu karena prosedur perusahaan. Apakah prosedur perusahaan membenarkan menelantarkan penumpangnya? Aq jamin dari seluruh maskapai penerbangan di dunia tidak ada yang membenarkannya.

Slogan yang diusung perusahaan itu yang menjadi Trademark ternyata hanya omong kosong belaka. Lima alasan yang mengapa Anda perlu memilih @#$%^ sebagai andalan kebutuhan penerbangan Anda:

1. Mudah dan Sederhana
2. Harga Yang Pas
3. Ketepatan Waktu
4. Utamakan Kualitas Penerbangan
5. Yang Muda dan Ceria

Dari lima alasan itu ternyata tidak semua benar, mungkin semuanya tidak benar bila kita jeli melihatnya.

Masalah dari standarisasi pesawat yang layak terbang, keteledoran pilot, sampai masalah kecil seperti penundaan pemberangkatan, pembatalan pemesanan tiket sudah menjadi makanan sehari-hari di dunia penerbangan Indonesia sekarang ini. Hal-hal yang seperti inilah yang membuat masyarakat bingung untuk memilih jasa penerbangan yang seusai dengan janji-janji mereka. Dari catatan sejarah penerbangan, mungkin Indonesia adalah Negara terbanyak yang mengalami kecelakaan pesawat terbangnya. Suatu Prestasi yang luar biasa.





0 komentar:

Poskan Komentar

Apabila komentar tidak dapat dimunculkan, cobalah sekali lagi.. & Bijaksanalah dalam meninggalkan pesan... ^_^

 
Manchester United Community