"I'll never look back, i've got no regrets 'cause time doesn't wait for me, i choose to go my own way"

Jumat, April 10, 2009

Laporan Pesta Demokrasi

Akhirnya Pesta Demokrasi Indonesia terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, tanggal 09 April 2009. Dan di Banjarmasin, khususnya di tempat tinggalku di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan nomor 25 Kelurahan Belitung Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat memulai kegiatan pemungutan suara dari jam 07.00 wita dan berakhir pada jam 12.30 wita. Dari seluruh hasil pemungutan suara didapat 271 surat suara dari 408 orang yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hanya sekitar 70% suara yang didapatkan dan sisanya memilih untuk berdiam diri dirumah seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada hari itu.

Tampaknya kata Demokrasi memang menjadi senjata utama, kebebasan orang dalam berpendapat menjadi bomerang bagi pemerintah. Sebagian orang berpendapat bahwa Pemilu Legislatif ini tidak penting dan buang-buang waktu karena hasilnya akan sama seperti anggota Legislatif yang dulu pernah duduk di kursi Dewan tanpa melihat kepada masyarakat yang sudah mendukungnya sehingga bisa duduk disana. :)

Kembali ke TPS 25

DPR RI
Penghitungan suara dimulai pukul 13.00 Wita yang disaksikan kurang lebih 10 orang saksi dari LSM, perwakilan partai, Panwaslu dan saksi-saksi Independen lainnya. Penghitungan dimulai dari kotak suara DPR RI dan hasilnya Partai Demokrat menang telak dari partai-partai besar lainnya. Parahnya lagi, Partai PPP, PDIP dan GOKAR saja tidak bisa menyaingi jumlah surat suara yang tidak sah.. hihihi....

Data Fakta dari panitia KPPS :
Jumlah surat suara = 271 suara
Surat suara sah = 245 suara
Suara tidak sah = 26 suara

DPD (Dewan Perwakilan Daerah)
Perhitungan suara untuk wakil DPD dimulai pukul 15.00 Wita. Jumlah saksi masih sama seperti sebelumnya. Calong anggota DPD yang memperoleh suara terbanyak adalah Gusti Farid Hasan Aman dengan jumlah suara 49 dari 271 suara yang ada, dan ironisnya lagi adalah jumlah suara yang tidak sah adalah 42 suara, selisih 7 suara dengan suara terbanyak. Aneh tapi nyata, kenapa suara yang tidak sah bisa menjadi posisi kedua yang memperoleh suara terbanyak.. :D

Data fakta dari panitia KPPS :
Jumlah surat suara = 271 suara
Surat suara sah = 229 suara
surat suara tidak sah = 42 suara

DPRD Kota Banjarmasin
Untuk penghitungan suara DPRD Kota Banjarmasin, saksi masih tidak berkurang dan Partai Demokrat kembali mendapat suara terbanyak.

Data fakta dari panitia KPPS :

Jumlah surat suara = 271 suara
Surat suara sah = 237 suara
surat suara tidak sah = 34 suara

and the last choice...

DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
Perhitungan suara dimulai setelah sholat magrib, dan saksi yang hadir cuma tersisa 5 orang. hehehe... yg lain nyerah, nanti laporan kepada lembaga yang mengirimnya bisa dilihat melalui saksi-saksi yang lain alias mencontek.. wahahha... :D budaya mencontek memang sepert korupsi, mendarah daging....

Data fakta dari panitia KPPS :

Jumlah surat suara = 271 suara
Surat suara sah = 244 suara
surat suara tidak sah = 27 suara

Dari jumlah data fakta diatas seluruhnya maka diambil kesimpulan :

1. Surat Suara :
Surat suara yang diterima KPPS sebelum memulai pencontrengan adalah 410 surat suara.
Data Pemilih Tetap yang diterbitkan oleh KPPS adalah 402 orang pemilih.
Surat suara cadangan adalah 8 surat suara (2%)

2. Surat suara yang terpakai adalah 271

3. Jumlah surat suara sah yang paling banyak adalah untuk pemilihan wakil DPR RI

4. Jumlah surat suara tidak sah yang paling banyak adalah untuk pemilihan wakil DPD

Data diatas membingungkan banyak orang, kenapa dari 402 orang DPT hanya 271 orang yang ikut memberikan suaranya, kemana sisanya ? Apakah memang tidak bisa hadir atau memang sengaja tidak hadir ? dan banyaknya surat suara yang tidak sah juga jadi pertanyaan. Apakah sosialisasi sudah tepat sasaran ? atau sosialisasi memang tidak dilakukan kepada masyarakat ? Pekerjaan Rumah buat panitia dan KPU.

Semoga suara-suara kita yang sudah diberikan kepada wakil-wakil yang mencalonkan diri benar-benar menjalankan amanahnya, Amien.. Tapi aq pesimis, dan kemungkinan besar tidak akan berubah daripada wakil rakyat yang sudah ada, tapi setidaknya di DPR tidak dipimpin dan diduduki oleh para "Preman"

11 komentar:

Kodoy|Net|Blog mengatakan...

Wah.... demokrat ya yang menang.......????..... emmm.,...

syafwan mengatakan...

wakakak, pemilu tak kirain klasemen liga inggris. Partai ane menang kata didoy, sayang yang merasakan itu cuma ane boi

manusiahero mengatakan...

hhaha...

imax petugas pemilu kah...

h3rsant mengatakan...

laporanya sudah saya baca..thanks

gusti mengatakan...

@ Kody, Yup, seperti yang sudah diprediksi.. Demokrat menang lagi...

@ Syafwan, Untuk minggu ini sepakbola dikesampingkan dulu, nasib bangsa lebih penting...

@ Dillah, Aux saksi independen yang tugasnya bukan memantau kecurangan pemilu tapi kelucuan pemilu tahun ini.. heheheh...

@ Mas Heri, laporan ini data fakta yang terjadi.,.. makasih dah baca...

Ayah mengatakan...

Pemilu kali ini sangat disayangkan sekali...pendataan hak pilih tidak akurat banyak masyarakat yg harusnya memilih tapi tak mempunyai hak pilih...kenapa hal ini terjadi...??? jawabnya...tidak melibatkan RT...makanya data hak pilih amburadul...kalau melibatkan RT dijamin tidak akan terjadi seperti sekarang...

gusti mengatakan...

@ Ayah, benar kata ayah, Data KPU, PPS dan KPPS tidak sinkron dengan data yang diajukan oleh RT, entah keterlambatan pengiriman data atau memang tidak terdata dengan rapi.. kita sama2 tidak tahu..

soulharmony mengatakan...

Kalo aja ada no. urut 45 Partai Manchester United saya jamin berada diurutan no. 1 dan menjadi pemenang

Ayah mengatakan...

@Gusti: data dari RT memang tidak ada yang meminta dari manapun,karena dari zaman dulu yang namanya pemilu harus ada sensus penduduk yg dikelola oleh kelurahan melibatkan seluruh RT yang ada, kemudian masing-masing RT mendata masyarakat yang ada dilingkungan RTnya...baru diserahkan kekelurahan...dengan berpedoman data seperti ini maka pendataan hak pilih pemilu 100% dijamin berjalan mulus...anggota KPU tidak belajar dengan sejarah pendataan pemilu...mereka menganggap mereka org pinter...

yudirockinrule mengatakan...

nice post bro, wah saingan ma quick countnya LSI nih, hehe, sdkit intermezzo... btw ane mnunggu hasil pilpres nnti dari sudut pandang keberhasilan dari advertisingnya, hehe, iklan siapa nnti yg akan berhasil, piss, salam

rezaldo mengatakan...

kita memang harus lebih banyak belajar tentang demokrasi

Poskan Komentar

Apabila komentar tidak dapat dimunculkan, cobalah sekali lagi.. & Bijaksanalah dalam meninggalkan pesan... ^_^

 
Manchester United Community