Hari yang dinanti itu akhirnya datang juga. Hari dimana harga diri dan nama besar sebuah tim dipertaruhkan. Final Liga Champions yang mempertemukan dua tim terbaik di dua Negara berbeda akan menjadi pembuktian siapa yang sebenarnya pantas menyandang gelar tim sepakbola terbaik Eropa musim 2008 – 2009.
Pertandingan yang digelar di stadion Olympico Roma Italia ini akan menjadi arena pertarungan Juara Liga Spanyol Barcelona dengan Juara Liga Inggris dan sekaligus juara Liga Champions musim lalu yaitu Manchester United. Laga yang dipastikan akan menjadi final paling ditunggu-ditunggu penggila sepakbola diseluruh dunia ini akan berlangsung sengit.
Manchester United yang tampil dengan kostum putih putih ini mengawali pertandingan dengan cepat, tendangan jarak jauh Ronaldo sudah mengancam gawang Barcelona yang dikawal Victor Valdes di menit ke 5. Serangan-serangan anak asuhan Sir Alex Ferguson terus melancarkan serangan tapi tidak satupun yang membuahkan hasil.
Di menit ke 10, petaka bagi MU. Samuel Eto’o yang menerima umpan dari Xavi Hernandes berhasil lepas dari kawalan Nemandja Vidic dan berhasil melepaskan tembakan langsung yang berbuah gol bagi Barcelona. 1 – 0 Barcelona unggul. Mendapat gol kejutan dari Eto’o, MU mencoba bangkit dengan lebih gencar dalam melakukan serangan. Sampai peluit babak pertama dibunyikan skor masih 1 – 0.
Satu hal yang aq dari beberapa pertandingan terakhir dari MU adalah kenapa Sir Alex terus mempercayakan starting line up kepada Anderson. Bagiku dengan hadirnya Anderson di lini tengah MU tidak berfungsi dengan baik, buktinya Lionel Messi begitu bebasnya bergerak dan Xavi juga dengan leluasa membangun serangan. Harusnya Anderson sebagai gelandang tengah bisa mematikan gerakan kedua pemain tersebut.
Babak kedua dimulai dengan lambat, permainan hanya berada di lapangan tengah. Sesekali serangan Barcelona mengancam gawang Edwin Van De Sar tapi tidak merubah papan skor. Di menit ke 70 Barcelona berhasil menggandakan keunggulannya setelah Xavi kembali mengirim umpan matang ke depan gawang MU dan Messi menyambutnya dengan sundulan terarah di pojok kanan gawang MU. 2 – 0 untuk Barcelona.
Memasuki menit ke 80, permainan sedikit menjadi panas dan menjurus kasar. Wasit memberikan kartu kuning ke Christiano Ronaldo dan Paul Scholes karena telah bermain tidak sportif. Hingga peluit panjang berakhir, skor tetap 2 – 0 untuk kemenangan Barcelona.
Manchester United tampaknya harus merelakan gelar juara Eropanya musim ini dibawa oleh Barcelona. Memang dalam sejarahnya, tidak pernah ada tim yang berhasil mempertahankan gelar juara yang direbutnya selama kompetisi ini dimulai.
Selamat buat Barcelona, mereka memang pantas mendapat gelar tersebut. Perjuangan anak asuhan Pep Guardiola memang perlu diberi penghargaan tertinggi.
Buat Manchester United, jangan pernah menyerah dan teruslah berjuang. Gelar musim ini masih bisa direbut musim depan. Keep Fight The Red Devils..!!
foto by : www.manutd.com
Kamis, Mei 28, 2009
The Great Final and The Real Champions
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

























4 komentar:
Selamat buat para Fans MU yg telah mau berbesar hati kepada El-Barca
(hidup Inter)
ya.. saya menunggu Milan saja musim depan
@wawan; sebagai pemain fans profesional.. maka harus bisa menerima kekalahan dan memberikan selamat kepada pemenang.. ^_^
@Om Pakacil; kami tunggu Milan di musim depan, siapa tahu bisa satu grup juga dengan Inter..
wah sama ma pakacil..
copy paste : Selamat buat para Fans MU yg telah mau berbesar hati kepada El-Barca(hidup MIlAN)
Poskan Komentar
Apabila komentar tidak dapat dimunculkan, cobalah sekali lagi.. & Bijaksanalah dalam meninggalkan pesan... ^_^