Kal - Sel salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan sumber alam dan hasil hutan saat ini tengah berada di masa-masa krisis, baik dari segi pelayanan maupun sumber daya manusianya. Mengapa bisa demikian, bagaimana mungkin kita saat ini menghadapi krisis tersebut.. Pertanyaan yang sangat mudah, anak sekolah dasar pun bisa menjawabnya. Krisis pelayanan yang dialami sekarang adalah seringnya pemadaman listrik dan pasokan air minum yang selalu terhambat. Hal seperti ini sudah sering dialami oleh warga Kal-Sel, jadi bukan hal yang baru lagi.
Pemadaman listrik yang berturut-turut terjadi dibeberapa kawasan Kal-Sel sering memicu emosi masyarakat, selain tidak ada jadwal pemadaman yang dikeluarkan oleh pihak PLN (walaupun ada jadwal, sering tidak sesuai), pemadaman juga tidak terkontrol waktunya, masuk akalkah bila satu daerah padam dua sampai tiga kali sehari? apakah yang terjadi di tubuh PLN Kal-Sel saat ini?. Tidak ada pernah pernyataan resmi dari pihak PLN mengenai pertanyaan-pertanyaan ini.
Alasan kenapa ini bisa terjadi sudah menjadi sesuatu yang bosan untuk didengar oleh masyarakat. Debit air di irigasi yang menurut dan kurangnya sumber tenaga atau sedang adanya pemeliharaan generator di pembangkit listrik selalu menjadi tameng pelindung dari serbuan kritik dan argumentasi masyarakat. Musim kemarau yang cukup panjang saat ini tidak lah mungkin bisa kita salahkan karena itu faktor alam, tapi bila generator yang dijadikan alasan adalah hal yang tidak masuk akal. Apakah Kal-Sel kekurangan sumber alam seperti Batu Bara atau Minyak Bumi untuk dijadikan bahan bakar generator. Berjuta-juta ton batu bara yang kita ekspor ke luar negeri kenapa tidak kita gunakan untuk kemajuan daerah sendiri, alasannya adalah harga beli batu bara di daerah lebih murah daripada di luar negeri, itu yang menjadi alasan beberapa perusahaan batu bara lebih memilih mengekspornya daripada di jual di daerah sendiri.
Demikian juga dengan PDAM. Perusahaan pemasok air minum di Kal-Sel ini sekarang sudah mulai bertingkah seperti saudaranya. Pasokan air yang tidak teratur membuat masyarakat mulai gerah. pasalnya, PDAM sering memutus pasokan air ke beberapa wilayah dengan alasan adanya perbaikan pipa utama. Harusnya masyarakat diberi tahu sebelum adanya perbaikan, jangan mengeluarkan pengumuman pada saat perbaikan. Fakta dilapangan adalah seperti itu. Saya yang bekerja di bidang penyiaran sering kali mendapati berita pengumuman perbaikan dari pihak Humas PDAM untuk diperdengarkan ke masyarakat pada saat perbaikan berlangsung. Tentu saja informasi pengumuman ini menjadi sia-sia.
Humas PDAM beberapa waktu lalu pernah mengadakan dialog interaktif di radio, mereka mengatakan bahwa perbaikan pipa paling lama berlangsung 24 jam, tapi mengapa pasokan air bisa dinikmati 2 hari setelahnya, dan itupun harus menunggu setengah hari lagi. Belum lagi kondisi air yang keruh dan berbau sering ditemui di rumah-rumah warga.
Sama seperti PLN, PDAM juga sering membuat masyarakat kecewa atas lambannya penanganan masalah-masalah yang dialami dua perusahaan tersebut. Kritik dan pengaduan gangguan yang dikirimkan seringkali diabaikan dengan cara menampung semua pengaduan tersebut. Masyarakat telah memberikan toleransi atas masalah-masalah ini, tapi ada baiknya PLN dan PDAM juga bijak dalam menangani masalah di masyarakat. Keterlambatan pembayaran rekening listrik dan air contohnya, apakah PNL dan PDAM bisa memberikan toleransi atas keterlambatan pembayaran tersebut dengan cara tidak mengenakan denda? saya berani jamin itu tidak akan terjadi..!!
Alasannya pasti karena pembayaran dan penghitungan tagihan tersebut menggunakan sistem komputerisasi yang otomatis, dan tidak mungkin ada toleransi untuk keterlambatan pembayaran. Atau bisa juga, denda karena keterlambatan pembayaran adalah ketentuan undang-undang. Sekarang apakah bisa kita samakan statusnya dengan cara apabila PLN melakukan pemadaman listrik dan PDAM memutus pasokan air bersih juga mendapatkan denda dari masyarakat ? dan akan kita buatkan undang-undang yang mengatur ketentuan tersebut.
Kita semua berharap kejadian-kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi di masa mendatang (pesimis). Kinerja dua BUMN tersebut hendaknya bisa diperbaikidan ditingkatkan lagi, janganlah selalu menyalahkan orang lain apalagi sampai menyalahkan alam, bodoh bila itu terjadi. Dan kepada masyarakat, marilah kita membudayakan hemat, baik hemat listrik dan hemat air, agar semua permasalahan pelik ini bisa diselesaikan.
**catatan : saya barusan dari kantor pembayaran rekening listrik untuk memenuhi kewajiban warga negara dengan membayar rekening listrik, Alhamdulilah untuk bulan ini ada kenaikan biaya.. hehehe....
Senin, Oktober 12, 2009
Diantara Keterpurukan Dua BUMN Kal - Sel
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

























1 komentar:
setau aku PDAM bukan milik BUMN, dia punya pemko Bjm...
yg sering aku gak suka dr PDAM Bjm mereka terlalu sering membongkar jalan yg udah diaspal mulus oleh PU.seharusnya, PU dan PDAM koordinasi, kapan PDAM memperbaiki pipa air dan kapan PU bikin perbaikan jalan..
jangan pas aspal udah di bagusin, eh PDAM malah membongkar dgn alasan perbaikan pipa...seperti di dekat Arsila dan depan kantor dinas pendidikan Kalsel di S parman..
Poskan Komentar
Apabila komentar tidak dapat dimunculkan, cobalah sekali lagi.. & Bijaksanalah dalam meninggalkan pesan... ^_^