"I'll never look back, i've got no regrets 'cause time doesn't wait for me, i choose to go my own way"

Minggu, Agustus 30, 2009

Gol Bunuh Diri Diaby Menangkan MU

Berkat gol bunuh diri yang dilesakkan oleh Abou Diaby, juara bertahan Manchester United memenangi duel big match di pekan ini usai memetik kemenangan tipis 2-1 atas rival abadinya Arsenal di Stadion Old Trafford, Sabtu (29/8).

Dengan berakhirnya laga terakhir di hari Sabtu ini, maka posisi teratas masih ditempati oleh Chelsea dan diikuti Tottenham Hotspur yang sama-sama mengemas 12 poin. Sementara Manchester United di urutan ketiga dengan sembilan angka dan Arsenal turun ke peringkat lima dengan nilai enam dari tiga laga.

United mengancam gawang Arsenal di menit pembuka melalui Darren Fletcher yang mendapatkan umpan lambung dari Wayne Rooney, namun sayang tendangan pemain asal Skotlandia itu masih berada di atas mistar gawang.

Gawang Manchester United yang dikawal oleh Ben Foster nyaris kebobolan di menit ke-25 saat tendangan Andrei Arshavin tepat di dalam kotak penalti nyaris membuahkan hasil bila bola tidak berada tipis di atas gawang.

Kebuntuan Arsenal akhirnya terpecahkan juga saat paruh pertama tersisa lima menit, dimana aksi tunggal Arshavin yang melepaskan tendangan dari luar kotak penalti tidak dapat diselamatkan oleh Ben Foster.

Tiga menit usai waktu jeda lini pertahanan MU kembali digoyang oleh pemain-pemain Arsenal, kali ini umpan terobosan Arshavin dari sisi kiri disambar langsung oleh Van Persie, beruntung Foster sigap menghalau bola itu dengan kakinya.

Kesalahan penjaga gawang Manuel Almunia yang menjatuhkan Rooney di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih dan eksekusi sendiri diambil oleh Rooney yang berhasil menipu sang kiper untuk menyamakan kedudukan.

MU berhasil menambah keunggulannya di menit 64, saat tendangan bebas yang dilepaskan oleh kapten Ryan Giggs dari sisi kanan ditanduk oleh gelandang Arsenal Abou Diaby yang justru masuk ke dalam gawangnya sendiri.

Memasuki menit-menit akhir setidaknya United memiliki dua peluang yang dapat menjadi gol bila saja pemain pengganti Dimitar Berbatov jauh lebih tenang di dalam kotak penalti, dimana tendangannya justru melebar dari arah gawang dan juga sepakan keras Nani yang masih jauh dari sasaran.

Di penghujung tambahan injury time Arsenal sebenarnya mampu mencetak gol melalui tendangan datar Robin van Persie, namun hakim garis terlebih dulu mengangkat bendera karena William Gallas berdiri pada posisi off-side dan skor pun tetap berakhir untuk kemenangan Red Devils.

Insiden di menit-menit akhir itu juga membuat pelatih Arsene Wenger berang terhadap keputusan hakim garis, sehingga ia pun diusir dari arena pertandingan.

sumber : www.biangbola.com

Read More......

Selasa, Agustus 04, 2009

Teror di Indonesia

Teror adalah suatu kondisi takut yang nyata, perasaan luar biasa akan bahaya yang mungkin terjadi. Keadaan ini sering ditandai dengan kebingungan atas tindakan yang harus dilakukan selanjutnya. Inilah yang sedang terjadi di Indonesia sekarang ini, setelah diguncang oleh ledakan bom di dua Hotel mewah dikawasan Kuningan Jakarta.


Bom yang dilakukan oleh sekelompok orang yang disinyalir anggota-anggota baru dari jaringan Nurdin M Top ini telah membuat Indonesia kembali dipandang sebagai Negara yang rawan serangan teroris. Hal ini juga yang membuat Indonesia kembali kehilangan kepercayaan wisatawan dan masyarakat dunia.

Hampir dua minggu sudah sejak peristiwa bom tersebut, pihak kepolisian hingga saat ini belum bisa memastikan siapa pelaku bom di hotel mewah tersebut, walaupun mayat pelaku bom berhasil diidentifikasi. Sketsa wajah pengebom juga sudah disebar keseluruh pelosok Indonesia dan berharap ada orang yang bisa mengenali sketsa wajah tersebut.

Melihat dari cara pelaku meledakkan bom tersebut, polisi menyimpulkan kalau bom tersebut adalah bom bunuh diri. Yang jadi pertanyaan semua pihak adalah, bagaimana orang Indonesia bisa melakukan hal tersebut, apakah para pelaku tersebut sudah dicuci otaknya hingga sanggup melakukan bunuh diri seperti itu, sebab bom bunuh diri itu perlu keberanian, biaya dan nyawa. Apakah semua itu sudah tidak ada artinya lagi bagi para pelaku. Disetiap agama apapun tidak ada yang membenarkan tentang bunuh diri, kalau pun ada pasti ada kondisi-kondisi yang bisa membenarkan hal itu.

Sekarang ini warga Indonesia diliputi rasa takut, ancaman-ancaman teror bom terus menerus muncul dan meneror fasilitas-fasilitas umum, kantor-kantor pemerintah dan sipil serta tempat-tempat yang dianggap penting keberadaannya di Indonesia. Apakah ini yang ingin diciptakan oleh sang peneror? Kondisi chaos di Ibukota pemerintahan, kondisi yang bisa memicu berbagai ketegangan. Kepolisian hendaknya lebih sigap dalam menghadapi teror-teror yang ada, karena teror ini membuat rasa takut menjadi seperti bom waktu yang akan meledak bila rasa takut itu sudah berlebihan, dan bila ini terjadi maka kepercayaan masyarakat kepada pihak keamanan dan pemerintah akan hilang.

Semoga para pelaku teror bom bisa segera diringkus beserta anggota-anggota jaringannya. Dengan demikian Indonesia diharapkan bisa menjadi Negara yang aman dan damai kembali. Kita tidak peduli apapun tujuan para pelaku teror bom tersebut, yang kita mau adalah Indonesia jangan sampai kembali terpuruk ke dalam kekisruhan politik, keamanan dan stabilitas Negara. Diharapkan juga partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi-informasi kepada pihak keamanan tentang keberadaan para pelaku, karena sekecil apapun informasi tersebut bisa membantu pihak keamanan.

Read More......
 
Manchester United Community