"I'll never look back, i've got no regrets 'cause time doesn't wait for me, i choose to go my own way"

Senin, November 30, 2009

MU Benamkan Portsmouth di Fratton Park

Debut pelatih anyar Portsmouth Arvam Grant berakhir pahit setelah hat-trick Wayne Rooney menghantarkan Manchester United melumat The Pompey 4-1 pada lanjutan Liga Premier di Stadion Fratton Park, Sabtu (28/11).

Donasi tiga angka ini membuat MU memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen Chelsea dan cuma terpaut dua angka saja. Namun Chelsea berpeluang kembali menjauh bila besok menang atas peringkat tiga Arsenal. Portsmouth sendiri dengan kekalahan ini semakin terbenam di dasar klasemen karena baru mendapat tujuh angka.

Selain menjadi laga debut Grant, yang baru pekan ini memoles Portsmouth, laga ini juga menjadi ajang balas dendam pria asal Israel tersebut terhadap arsitek MU Sir Alex Ferguson, yang kali ini harus duduk di bangku penonton karena skorsing, atas kekalahan Chelsea di final Liga Champions 2008.

MU langsung tampil menyerang begitu pertandingan dimulai dan hampir memimpin di menit ke-12 bila tendangan gelandang veteran Paul Scholes tidak melambung dari gawang Asmir Begovic.

Di luar dugaan Portsmouth ternyata mampu mengimbangi permainan MU dengan dimotori gelandang Jamie O'Hara dan Kevin Prince Boateng.

Bahkan serangan The Pompey nyaris membuahkan hasil di menit ke-14, untungnya kiper MU Tomasz Kuszczak mampu menggagalkan peluang Arouna Dindane.

Tiga menit kemudian, Kuszczak kembali dipaksa bekerja keras. Kali ini pemain Polandia itu dengan gemilang mampu mematahkan tendangan voli jarak jauh O'Hara.

Memasuki menit ke-25, MU mendapat hadiah penalti setelah Wayne Rooney dilanggar Michael Brown di kotak terlarang. Rooney sendiri yang menjadi algojo dengan dingin memperdaya Begovic.

Namun keunggulan ini tak bertahan lama karena di menit ke-32 giliran Portsmouth yang mendapat hadiah penalti setelah Nemanja Vidic menarik koas Frederic Piquionne.

Hadiah penalti ini diprotes keras para pemain MU. Tapi wasit Mike Dean tetap berpegang teguh pada keputusannya.

Boateng yang diberikan tanggung jawab mengeksekusi penalti berhasil menunaikan tugasnya dengan baik guna mengakhiri babak pertama dengan skor 1-1.

MU langsung tancap gas setelah turun minum. Hasilnya tiga menit setelah rehat, Rooney membawa MU berbalik unggul usai menyambar umpan Ryan Giggs.

Enam menit kemudian MU kembali mendapat hadiah penalti setelah Giggs dilanggar Piquionne. Rooney dengan baik menjalankan tugasnya guna mencetak hat-trick.

Beberapa menit berselang, Giggs hampir saja ikut mencatatkan namanya di papan skor ketika menyambar umpan Luis Antonio Valencia, namun Begovic masih mampu membendungnya.

Portsmouth nyaris memperkecil kedudukan di menit ke-74 lewat tendangan Boateng yang masih dapat ditepis Kuszczak. Tendangan bebas menawan Giggs saat laga tersisa tiga menit lagi membuat MU memimpin 4-1.

Walau sudah tertinggal dengan skor yang mencolok, Portsmouth masih belum menyerah. Dua peluang emas didapat di penghujung laga lewat John Utaka dan Boateng, tapi Kuszczak lagi-lagi dengan cekatan mampu menggagalkannya.

sumber : www.biangbola.com

Read More......

Senin, November 23, 2009

MU Geser Arsenal

Manchester United merebut posisi kedua Liga Premier dari Arsenal selepas mencukur Everton 3-0 di Old Trafford, Sabtu (21/11).

Selain menggeser Arsenal, MU pun mendekatkan dirinya dengan jarak lima poin kembali pada Chelsea yang tegar di puncak klasemen. Sedangkan Everton melorot ke posisi 13 dengan nilai 15.

MU bermain tanpa striker Dimitar Berbatov sehingga manajer Sir Alex Ferguson memasang Wayne Rooney dan Michael Owen di lini serang.

Dikomandoi oleh Ryan Giggs sebagai kapten, "Setan Merah" bermain menyerang dan membuat Everton rela bertahan lebih banyak dan hanya meninggalkan Louis Saha seorang di lini depan.

Melalui serangan yang lebih banyak dibangun lewat kedua sayap, termasuk oleh bek kanan belia Rafael Da Silva, MU senantiasa merepotkan pertahanan Everton. Pada menit ke-15, tembakan Rooney masih melebar sedikit dari sasaran setelah menerima umpan silang Patrice Evra.

Namun gawang Everton yang dikawal mantan kiper MU, Tim Howard, akhirnya bergetar pada menit ke-35 lewat tembakan setengah voli Darren Fletcher yang menerima sodoran umpan Antonio Valencia.

Menyadari serangan timnya tumpul, pelatih David Moyes menarik keluar Dan Gossling di awal babak kedua dan memasukkan Ayegbeni Yakubu untuk menemani Saha di lini depan.

Namun Moyes kurang cermat dalam membenahi pertahanan di sisi lebar lapangan. Akibatnya Giggs, Valencia dan Da Silva berulang kali leluasa membantu serangan tuan rumah dari sisi sayap tersebut.

Gol kedua MU yang tercipta pada menit ke-67 berawal dari umpan silang mendatar Giggs kepada Michael Carrick. Sementara gol ketiga dicetak oleh Valencia saat bola tembakannya dari dalam kotak penalti membentur Leighton Baines sebelum mengecoh Howard. (Hdn)


sumber : www.biangbola.com

Read More......

MU Geser Arsenal

Manchester United merebut posisi kedua Liga Premier dari Arsenal selepas mencukur Everton 3-0 di Old Trafford, Sabtu (21/11).

Selain menggeser Arsenal, MU pun mendekatkan dirinya dengan jarak lima poin kembali pada Chelsea yang tegar di puncak klasemen. Sedangkan Everton melorot ke posisi 13 dengan nilai 15.

MU bermain tanpa striker Dimitar Berbatov sehingga manajer Sir Alex Ferguson memasang Wayne Rooney dan Michael Owen di lini serang.

Dikomandoi oleh Ryan Giggs sebagai kapten, "Setan Merah" bermain menyerang dan membuat Everton rela bertahan lebih banyak dan hanya meninggalkan Louis Saha seorang di lini depan.

Melalui serangan yang lebih banyak dibangun lewat kedua sayap, termasuk oleh bek kanan belia Rafael Da Silva, MU senantiasa merepotkan pertahanan Everton. Pada menit ke-15, tembakan Rooney masih melebar sedikit dari sasaran setelah menerima umpan silang Patrice Evra.

Namun gawang Everton yang dikawal mantan kiper MU, Tim Howard, akhirnya bergetar pada menit ke-35 lewat tembakan setengah voli Darren Fletcher yang menerima sodoran umpan Antonio Valencia.

Menyadari serangan timnya tumpul, pelatih David Moyes menarik keluar Dan Gossling di awal babak kedua dan memasukkan Ayegbeni Yakubu untuk menemani Saha di lini depan.

Namun Moyes kurang cermat dalam membenahi pertahanan di sisi lebar lapangan. Akibatnya Giggs, Valencia dan Da Silva berulang kali leluasa membantu serangan tuan rumah dari sisi sayap tersebut.

Gol kedua MU yang tercipta pada menit ke-67 berawal dari umpan silang mendatar Giggs kepada Michael Carrick. Sementara gol ketiga dicetak oleh Valencia saat bola tembakannya dari dalam kotak penalti membentur Leighton Baines sebelum mengecoh Howard. (Hdn)


sumber : www.biangbola.com

Read More......

Minggu, November 15, 2009

Gara - Gara Facebook

Lima bulan sudah sejak postingan aq yang berjudul "Masih Perlukah Facebook Diharamkan" terbit, akhirnya tercetak dalam bentuk buku yang diterbitkan oleh pihak Leutika. Buku yang berjudul Gara-Gara Facebook ini berisi kumpulan cerita-cerita dari para Facebookers. Beragam cerita terdapat didalamnya, dari cerita kehidupan pribadi, sosial, hukum sampai dengan politik. Semua dirangkum secara rapi oleh pihak penerbit. Buku yang bercover biru dan bergambar seorang anak balita mengenakan ikat kepala hitam ini merupakan buku pertama yang dicetak mengenai kisah-kisah para pengguna Facebook.

Facebook menjadi gaya hidup saat ini, banyak orang kecanduan akan situs jejaring sosial ini, bahkan prestasinya pun luar biasa bisa menggeser Friendster dan My Space. Lahir dari tahun 2004, Facebook menjadi virus yang merasuki semua para pengguna internet dari kalangan anak-anak, remaja, orang tua hingga lansia. Para elite politik pun banyak menggunakan Facebook sebagai media komunikasi dengan rekan-rekan kerja serta menjaring hubungan baru untuk memperkuat koalisinya.

Syukur Alhamdulillah, tulisan aq menjadi salah satu pengalaman pribadi yang dicantumkan dalam buku ini. Awal menulis itu sebenarnya hanya sebagai bentuk ungkapan kecewa karena ada Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang akan mengharamkan situs jejaring ini. Tapi akhirnya fatwa itu urung disahkan. Entah ada kebijakan lain atau apa yang membuat fatwa ini dibatalkan.

Aq sendiri belum tahu pasti apakah buku ini ditelah tersedia di toko-toko buku di kota Banjarmasin, tapi yang jelas buku ini bisa dipesan secara Online dengan mengunjungi website Leutika sebagai pihak penerbit. Harganya cukup murah, cuman tiga puluh ribu rupiah (belum termasuk ongkos kirim bila kalian pesan online).

Dengan dimasukkannya tulisan aq kedalam sebuah buku, mudah-mudahan bisa terus memotivasi aq untuk menulis di blog ini. Jujur, untuk beberapa minggu ini aq masih disibukkan dengan pekerjaan hingga blog ini tidak terurus lagi.

Buat teman-teman para Blogger lainnya, teruslah berkarya dan menulis. Siapa tahu dimasa mendatang, tulisan kita akan diterbitkan di buku atau majalah Internasional.

Ucapan terima kasih buat penerbit dan seluruh rekan kerja di Leutika, semoga karya-karya kalian bisa terus memajukkan bangsa Indonesia. Amin...






Read More......

Senin, November 09, 2009

Ferguson Kecewa Dengan Kepemimpinan Wasit

Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson kembali menyalahkan kepemimpinan wasit yang dinilainya menjadi penyebab kekalahan 0-1 timnya dari Chelsea pada lanjutan Liga Premier kemarin.

Dalam laga yang dipentaskan di Stamford Bridge itu, MU harus menelan kekalahan 1-0 lewat gol semata wayang kapten Chelsea John Terry.

Gol tersebut diprotes para pemain MU karena mereka menilai Wesley Brown telah dilanggar oleh Didier Drogba saat Terry menanduk tendangan bebas Frank Lampard. Ferguson pun mengecam kepemimpinan wasit Martin Atkinson yang dinilai telah menyebabkan timnya kalah.

Yang dipermasalahkan Ferguson tidak lain adalah keputusan Atkinson memberikan tendangan bebas saat Darren Fletcher merebut bola dari Ashley Cole yang akhirnya menyebabkan gol Terry tercipta. Pelanggaran Drogba terhadap Brown juga menjadi sorotan pria Skotlandia itu.

"Jelas Darren Fletcher memenangi bola. Cole tidak pernah disentuh dan telah melompat. Kemudian Drogba menarik Brown ke tanah saat gol tercipta," ungkap Ferguson.

"Posisi wasit untuk membuat keputusan benar-benar konyol, ia tidak dapat melihat apapun. Ia terhalang Joe Cole yang berdiri didepannya dan ia bahkan tidak bergerak. Ini keputusan buruk tapi tidak ada yang kami bisa lakukan mengenai ini. Kadang-kadang anda kehilangan kepercayaan kepada wasit. Itulah yang dibicarakan para pemain, itu buruk," tegas Ferguson.

Bukan kali ini saja Ferguson menyalahkan wasit. Sepanjang musim ini Ferguson memang telah beberapa kali mengkritik wasit saat timnya meraih hasil mengecewakan. Pernyataan Ferguson ini juga membuatnya terancam terkena hukuman dari FA.

sumber : www.biangbola.com

Read More......

Rabu, November 04, 2009

Dramatis, MU Pastikan Tiket ke Knock-out

Manchester United berhasil memastikan satu tiket ke babak knock-out Liga Champions setelah secara dramatis memaksakan hasil imbang 3-3 saat menjamu CSKA Moskow pada matchday keempat Grup B di Stadion Old Trafford, Selasa (3/11).

Donasi tiga angka ini membuat MU mengemas 10 poin. Jumlah poin MU tersebut tidak akan dapat dikejar lagi oleh CSKA yang menempati posisi tiga dengan empat angka sehingga Red Devils dipastikan meraih tiket ke knock-out meski masih tersisa dua laga lagi.

MU kini tinggal memperebutkan tiket sebagai juara Grup B dengan peringkat dua VfL Wolfsburg yang terpaut tiga poin. Wolfsburg sendiri berpeluang lolos setelah mempermalukan tuan rumah Besiktas tiga gol tanpa balas.

Bermain dihadapan ribuan pendukungnya, MU sudah mendapat peluang ketika laga baru berjalan sembilan menit, sayangnya Michael Owen gagal menyambar dengan sempurna umpan Luis Antonio Valencia.

Beberapa menit kemudian, giliran tendangan jarak jauh gelandang Darren Fletcher yang masih belum menemui sasaran. CSKA membalas melalui tendangan penyerang Tomas Necid, tapi bola masih tepat dipelukkan Edwin van der Sar.

Pada menit ke-23, MU kembali mendapat peluang. Namun Federico Macheda gagal menyelesaikan peluang emas yang didapatnya dimana tendangannya masih melebar.

Justru serangan balik CSKA yang mampu melahirkan gol pada menit ke-25 ketika pemain muda Alan Dzagoev melepaskan tendangan dari sudut sempit yang gagal dijangkau Van der Sar.

MU langsung merespon gol ini dengan baik. Alhasil empat menit kemudian papan skor pun sudah berimbang 1-1 setelah Owen menyelesaikan umpan tumit Luis Nani.

Sayangnya dua menit kemudian, pertahanan MU, yang tidak diperkuat Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic yang tengah cedera, kembali lengah sehingga CSKA kembali memimpin.

Mendapat umpan dari Necid, gelandang Milos Krasic yang lolos dari jebakan off-side dengan dingin melewati hadangan Van der Sar sebelum mengirim bola ke gawang kosong.

Sesaat sebelum turun minum, Macheda hampir menyamakan kedudukan bila tendangannya tidak tepat dipelukkan kiper Igor Akinfeev.

CSKA mampu memperbesar keunggulannya dua menit setelah jeda melalui tandukan palang pintu Vasily Berezutsky hasil sebuah umpan tendangan bebas.

Tertinggal dua gol membuat pelatih MU Sir Alex Ferguson memasukkan Wayne Rooney yang baru saja menjadi seorang ayah. Kehadiran Rooney membuat serangan MU semakin hidup.

Tendangan bebas Paul Scholes pada menit ke-62 hampir membuat MU memperkecil kedudukan bila saja Akinfeev tidak tampil gemilang guna menepisnya.

Akinfeev benar-benar menjadi tembok kokoh di lini belakang CSKA. Di menit ke-79, pemain nasional Rusia itu membuat dua penyelamatan beruntun guna menggagalkan peluang Owen dan Rooney.

Macheda tampaknya sedang tidak beruntung. Sebuah tandukannnya di menit ke-81 yang sudah gagal dijangkau Akinfeev malah mengenai tiang gawang.

Serangan bergelombang MU akhirnya membuahkan gol enam menit sebelum bubaran berkat tandukan Scholes yang tidak terkawal.

Gol ini meningkatkan semangat juang MU. Hasilnya di masa injury time mereka mampu memaksakan skor berimbang 3-3 berkat tendangan jarak jauh Valencia yang sempat membentur pemain lawan.

sumber : Biang Bola

Read More......
 
Manchester United Community